Pentingnya Pengelolaan Data SDY dalam Bisnis di Indonesia


Pentingnya Pengelolaan Data SDY dalam Bisnis di Indonesia

Pentingnya pengelolaan data SDY (Structured Data Yang Dapat Diakses) dalam bisnis di Indonesia memang tak dapat dipandang remeh. Data merupakan aset berharga bagi perusahaan, dan pengelolaannya harus dilakukan dengan baik agar dapat memberikan manfaat yang maksimal.

Menurut James Manyika, direktur dari McKinsey Global Institute, “Data is the new oil. It’s valuable, but if unrefined it cannot really be used. It has to be changed into gas, plastic, chemicals, etc to create a valuable entity that drives profitable activity; so must data be broken down, analyzed for it to have value.”

Dalam konteks bisnis di Indonesia, pengelolaan data SDY menjadi semakin penting mengingat banyaknya perusahaan yang mulai beralih ke digitalisasi. Dalam sebuah wawancara dengan Harian Bisnis Indonesia, Ani Budimansyah, seorang pakar IT, mengatakan bahwa “Pengelolaan data yang baik akan membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang tepat dan strategis.”

Selain itu, pengelolaan data yang baik juga dapat mempercepat proses bisnis dan meningkatkan efisiensi perusahaan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh IDC Indonesia, disebutkan bahwa perusahaan yang memiliki pengelolaan data yang baik memiliki pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak.

Namun, sayangnya masih banyak perusahaan di Indonesia yang belum menyadari pentingnya pengelolaan data SDY dalam bisnis mereka. Menurut riset yang dilakukan oleh PwC Indonesia, hanya 30% perusahaan di Indonesia yang memiliki strategi pengelolaan data yang jelas.

Oleh karena itu, penting bagi para pemimpin perusahaan di Indonesia untuk mulai memperhatikan pengelolaan data SDY dalam bisnis mereka. Dengan begitu, mereka dapat memanfaatkan potensi data yang mereka miliki untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan tetap bersaing di era digital ini. Seperti yang diungkapkan oleh Jack Ma, pendiri Alibaba Group, “Data technology is worth billions of dollars, but data alone is worth nothing.”